Profil KKP


Jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat terletak di bagian ujung barat laut Provinsi Papua Barat, Indonesia, tepat di jantung Segitiga Terumbu Karang-pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Raja Ampat tidak diragukan lagi merupakan jantung dari keanekaragaman laut tropis. Tujuh puluh persen jenis karang yang diketahui terdapat di kepulauan ini. Di Raja Ampat, para ilmuwan juga menjumpai lebih banyak ikan dibanding kawasan dengan luas yang sama di daerah lain di dunia-beberapa jenis bahkan hanya ditemukan di Raja Ampat.

Perairannya yang kaya ini menyediakan sumber kehidupan dan mata pencaharian bagi lebih dari 40.000 penduduk yang tersebar di 135 desa, sekaligus menyediakan perlindungan dan membantu menyangga masyarakat dari serangan badai tropis.

Masyarakat lokal di Raja Ampat mempunyai kaitan budaya dan hak kepemilikan tradisional yang kuat atas wilayah baik darat dan terumbu karang. Kerangka hukum sudah mencantumkan mandat perlindungan jangka panjang dan pengelolaan kepulauan ini.

Sebagai daerah konservasi, Kabupaten Raja Ampat memandang penting untuk mengelola kawasan konservasi secara profesional dan berkelanjutan demi kelestarian alam di sekitarnya. Upaya ini telah di-mulai dengan dirintisnya Unit Pelaksana Teknis Dinas Kawasan Konservasi Perairan Daerah (UPTD KKP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat.

Salah satu strategi untuk memastikan keberlanjutan pendanaan kawasan konservasi perairan di Raja Ampat, UPTD KKP Raja Ampat menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan- Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) dengan status BLUD bertahap berdasarkan Surat Keputusan Bupati Raja Ampat Nomor 61 Tahun 2014. Ini merupakan yang pertama dan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang menerapkan PPK-BLUD.

Upaya-upaya yang dilakukan antara lain pengaturan zonasi kawasan, pengawasan (patroli) zonasi, peningkatan kesadaran masyarakat untuk konservasi, mendorong kegiatan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan manfaat ekonomi konservasi bagi masyarakat lokal. Upaya-upaya ini membutuhkan pendanaan yang sangat besar dan tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh kemampuan pendanaan pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Dengan mekanisme keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui UPTD KKP Raja Ampat memastikan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif, efisien dan profesional yang menjamin kelestarian dan kepuasan wisatawan menikmati keindahan alam kawasan konservasi perairan Raja Ampat.


KKPD Selat Dampier

KKPD Selat Dampier secara geografis terdiri dari 3 bagian yaitu pesisir Pulau Gam dan Mansuar, pesisir Pulau Batanta dan Pesisir Pulau Salawati, dengan luas 336.000 Ha. KKPD Selat Dampier merupakan tempat hidup berbagai ikan-ikan besar seperti hiu, cakalang, tuna, kakap, kerapu, bubara dan baraku...

Read more 


KKPD Ayau Asia

KKPD Ayau Asia terletak dibagian paling utara Kabupaten Raja Ampat dengan luas wilayah 101.440 Ha. KKPD Ayau Asia terbentuk dari gugusan terumbu karang Tepi dan Atol yang mengelilingi pulau-pulaunya. Ayau diketahui sebagai daerah peneluran ikan Kerapu terbesar di Bagian Timur Indonesia dan memaso...

Read more 


SAP Waigeo Sebelah Barat

Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat terdiri dari kepulauan Wayag dan Sayang Piai, yang terletak di barat laut Raja Ampat, serta berbatasan dengan laut Halmahera. Luas SAP Waigeo Sebelah Barat adalah 271.630 Ha. Pengelolaan SAP Waigeo Sebelah Barat di lakukan secara kolaboratif antara S...

Read more 


KKPD Teluk Mayalibit

KKPD Teluk Mayalibit memiliki luas 53.100 Ha dan hampir membelah pulau Waigeo menjadi dua bagian. Teluk Mayalibit memiliki habitat mangrove dan lamun yang sangat baik. Lebar hamparan padang lamun dapat mencapai 70 m dari tepi hutan mangrove menuju darat. Meskipun persentase karang keras relatif k...

Read more 


KKPD Misool

Misool merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yang terbesar dan terletak paling selatan dari Jejaring KKP Raja Ampat dan di dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang – pusat keanekaragaman hayati laut dunia. KKPD ini terbentang seluas 366.000 hektar, meliputi  gugusan pulau-pu...

Read more 


KKPD Kofiau

Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kofiau di sebelah selatan Raja Ampat memiliki luas sebesar 170.000 hektar yang mencakup pulau-pulau, pesisir dan laut, serta dihuni oleh beragam habitat biota laut dan terumbu karang. KKPD Kofiau terletak di dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang –wi...

Read more 


SAP Raja Ampat

Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat dan laut sekitarnya di propinsi Papua Barat merupakan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) yang disahkan pada tahun 2014 berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 63 / KEPMEN-KP / 2014. 


Read more